KU TUNGGU KEMATIAN DARI JIWAKU
30 juni 2005
Kring ... kring ... kring ..jam
weker yang selalu setia menemani ku setiap pagi kini mulai berteriak seakan
memaksaku untuk kembali dari alam bawah sadar ku, dengan mata sembab yang amat
berat ku buka ini membuatku susah kembali ke alam sadar, hingga pusing
dikepala mulai memaksaku untuk merasakanya dan sadar aku telah terbangun, kubuka mata ini pelan dan mulai menatap langit langit serta kondisi kamar ku
yang hancur seraya kuingat kembali kejadian semalam dan inilah yang menjadi saksi bisu apa yang ku alami
semalam yang tak mau kuingat kembali
.
30 juni 2000
Kisah ini berawal dari aku Seira la lerdge seorang gadis
berumur 17 tahun yang selalu kesepian bukan karna aku tak punya teman tapi malah sebaliknya, hatiku yang
kosong ini merasa sepi tanpa kehadiranya .
Tak ..tak..tak .. suara sepatuku
berdetak selama ku memasuki
koridor sekolahku menuju kelas yang selalu melihatku duduk di pojok dan hanya
menatap dari luar jendela apa yang terlihat , yah semua hari hari yang ku jalani selalunberjalan
seperti itu tak ada suatu yang
spesial , aku gadis
yang tak banyak bicara tapi aku nggak secuek itu , aku pun tetap menyapa satu
sama lain dan bermain bersama tapi aku
selalu menjaga jarak seolah ku tarik diriku dari keramaian dunia , entah
mengapa .
Senyuman yang selalu berkembang
di mulutku tak pernah bisa menutupi segala hal yang selalu membebani ku , hati
ku kosong ..hampa . Tau kenapa ? Ya aku seira gadis remaja yang hanya tinggal
sebatang kara di sebuah mension besar peninggalan ayah dan ibu ku , yang
menjadi tempat kenangan ku bersama kedua orang tua ku yang telah pergi
meninggalkan ku untuk tugas yang tak bisa mereka tinggalkan yang pasti di tempat yang jauh dari tempatku
berada sekarang , pasti kalian
bertanya mengapa mereka tak mengajakku ? Aku tak bisa jauh dari mereka , aku
ini anak mereka . Itu adalah kata kata yang selalu terngiyang sebelum mereka
menjelaskan alasan mengapa mereka
tak mengajakku sesaat sebelum
mereka pergi . Dan ternyata alasan mereka tak mengajakku ikut serta bersama
mereka tentu karna mereka ingin melindungiku . Ya .. aku seira la lerdge lahir
dari raizel la lerdge dan ignes je loyard , mereka adalah penggerak kegiatan
khusus negara yang bergerak untuk memata matai sebagai pencari informasi negara
. Seberapa bahayanya pekerjaan itu aku tak tau, tapi yang pasti tak
bisa di bhayangkan resikonya untuk orang awam . aku yang terlahir sebagai anak tunggal di keluarga ini , membuat kedua orang tuaku menjadi sangat protective apalagi resiko pekerjaan
mereka banyak orang yang menjadi musuh orang tua ku , untuk itu mereka mendesak
agar aku mendapat pendidikan
bela diri yang lebih rumit dari biasanya
dan yang mungkin tidak akan mampu di pelajari oleh anak normal .
Pendidikan apa itu kau tak perlu
tau , cukup aku yang tau dan aku
yakin di balik semua itu mereka telah merencanakan sesuatu untuk kebaikan ku . 4 tahun lebih 4 bulan semenjak kedua orang tua ku
meninggalkan ku dan tak pernah sekalipun mereka mengabariku . Yang kurasakan
adalah rindu yang selalu mem
bayaangi dan
mengikutiku seperti hantu .
Rindu ini mencengkeram hatiku
hingga terasa sakit yang tak tertahankan bagai duri yang tak bisa kucabut .
Merasakan rasa rindu ini sendiri tanpa ada orang yang
mampu menjadi sandaran di saat aku mulai hancur , semenjak itu aku menjadi
gadis remaja yang membisu entah kenapa tak ada semangat lagi dalam hidupku .
25 april 2005
Hari ini aku libur sekolah dan tak ada pendidikan khusus
untukku ., aku berjalan
mengendarai sepeda ontelku hadiah terakhir ulang tahun dari orang tua ku , ku kayuh sepeda ini menuju danau kecil
tak jauh dari mension tempat
tinggalku, sekitar 1 km dari mension. tak banyak orang tau tentang danau
ini jadi sangat sepi dan damai disini . Sedikit suara gemericik air dan kibasan angin sekejap
menghilangkan rasa rinduku . Saat ku mulai menikmati suasana di danau tersebut
tiba tiba "DUKkk... !"sebuah mangga mendarat tepat di atas novel yang
ku letakkan di pangkuanku ,dalam hati "apa ini ? " " ah mungkin
karna angin jadi terjatuh ." Itulah yang terbesit dalam pikiranku jadi
kutetap diam dan kembali menikmati suasana pada sore hari itu . Hingga yang tak
habis kupikirkan "DUKKK... " untuk yang kedua
kalinya sebuah mangga mendarat di pangkuan ku , aku mulai penasaran dan ku
tatap ke atas pohon yang ada di sebelah
ku yang setia memayungiku dari panasnya terik matahari . Dan saat ku tatap aku
terkejut astaga ada seorang laki laki diatas pohon yang dari tadi menyaksikan
apa yang aku lakukan . Tapi aku hanya diam dan bergegas mengepak buku dan berlalu
pergi tanpa menghiraukan nya .
Tiba tiba "BRUKKKK "
Langkah kaki ku pun terhenti mendengar suara itu
"Ya...! " kenapa kau pergi , apa aku mengganggu mu
?"
Aku tak bergeming sedikitpun
"Ya .. maaf tentang mangga itu aku tak bermaksud apa
apa ."
Aku tetap tak
bergeming dan melanjutkan langkah kaki ku dan segera pulang , tak ada
yang kupikirkan kejadian kali ini terasa normal bahkan wajah laki laki itu pun aku tak ingat dan
tak mau mengingatnya .
Cahaya pagi ini menembus kaca
sebelah bangku kelasku dan menerpa wajahku . "Tet.....tet...tet... "
bel berbunyi dan tak lama seorang guru yang tak asing masuk ke dalam kelas
."pagi anak anak , ya mari kita lanjutkan pelajaran kita ,tapi sebelum itu
bapak beri tahu bahwa ada anak baru dikelas ini “silakan masuk .”
“kenalkan dia murid pindahan yang berasal dari leukedonia.”
“hallo ,
perkenalkan nama saya cadis etrama di raizel,saya berasal dari leukedonia,dari
smu union.”
“ya baik rai ,
sekarang silakan duduk di bangku kosong sebelahnya sheira .”
“ya pak ..
terimakasih .”
“oke anak – anak
mari kita mulai pelajarannya .”
Sreeeeeeeeettttt
suara kursi yang tertarik menyadarkanku dari lamunanku , namun meski begitu aku tetap tak bergeming dan terus menatap suasana luar sekolah yang damai .
“hei, salam kenal
?”sambil mengulurkan tangan di samping lengan kananku , tapi aku tak
membalasnya karena dia sudah memperkenalkan diri di depan kelas , jadi
menurutku perkenalan ulang itu nggak perlu .
Tak berapa kemudian ....
Tettttt.....tettttt....tettttt.
bel pulang pun berdering , aku bergegas mengambil tasku dan berjalan menyusuri
koridor sendiri , menuju mobil putih di depan lobi sekolah, hingga seseorang
tiba tiba menepuk bahu ku .
“hey ... ?”
Aku pun hanya
menoleh dan aku kembali berjalan .
“hey apa kamu
marah soal kemarin ? hingga kamu nggak pernah menganggapku ada ?”
Kata kata
tersebut membuatku merasa sedikit bersalah karena tak pernah
menghiraukanya,tapi yah sudahlah semua sudah terjadi.
Tak pernah kutahu bagaimana semuanya berjalan, semua mengalir seperti air dengan
sendiriya, sejak kejadian saat itu aku, gadis yang selalu sendirian dan kespian
malah berteman baik dengan sorang yang konyol , tapi aku bahagia karena ada
orang yang mampu membuka hati dan pikiranku yang mampu ku buat sandaran disaat
ku merasa rindu kepada kedua orang tuaku.hari ini tepat 5 hari menjelang
tanggal 30 juni 2005 yah itu adalah tanggal yang selalu membuatku bahagia sebelum
kepergian orang tuaku, itu adalah hari ulang tahunku, selama 5 tahun berturut
turut aku tak prnah merayakan hari ulang tahunku, tapi kini untuk ulang tahun ke
18 aku akan merayakan dengan sahabat ku yah siapa lagi ? pastinya dengan cadis eltrama di raizel.
Sore ini aku menyiapkan segala hal untuk keperluan mini party yang nantinya
akan di hadiri oleh sahabatku dan semua pelayan yang selalu setia merawatku .
h-3 sebelum hari yang ku nanti tiba , betapa bahagia dan terharunya aku hingga
tak terasa mengalir air di pipi ku setelah mendinapat sebuah fax yang ternyata dari
kedua orang tua ku , mereka mengabari bahwa akan pulang tepat di hari besar ku
, senyum di bibir ku makin mengembang . tak bisa ku bayangkan setelah sekian
lama mereka akan pulang , apalagi ada seseorang yang mau aku kenalkan pada mereka
, lengkaplah kebahagiaanku ini "aku berharap ".
Malam ini adalah malam yang ku tunggu kukenakan gaun yang dibelikan oleh
rai sehari sebelum malam ini tiba , ku balut tubuh mungilku dengan gaun berwarna
biru laut dan ku urai rambut panjangku , aku berjalan bak sorang putri menuju
taman belakang mension yang telah dihias berbagai hiasan yang indah . 5 menit berlalu
tak ada tanda tanda rai ataupun orang tua ku tiba , tapi aku tetap tersenyum dan
berfikir positif akan hal itu , 30 menit bergulir , 1 jam, 2 jam , hingga 5 jam
aku mnunggu sudah tak ada kabar dan tak ada tanda tanda seseorang akan atang
aku mulai khawatir .
Hingga tepat pukul 12 malam di hari aku bertambah usia aku menerima pesan dan
fax secara bersamaan , 2 buah pesan yang kuterima adalah pesan yang tak pernah
ingin aku baca seumur hidupku, air mata bercucuran membanjiri pipi ku dan hujan
pun melengkapi kesedihan ku . aku pun berlari menuju kamar ku dan bertindak secara
brutal , aku marah , sedih, sakit segala yang kurasakan di hari yang seharusnya
aku berbahagia hingga rasanya ingin mati dan semalaman aku hanya duduk di pojok
kamar terpaku merenungi betapa malangnya nasib ku .
Mengapa Tuhan apa salahku hingga
ujian berat selalu kau hempaskan kepadaku, mulai saat itulah aku menarik diri dari
kehidupan dan tak pernah keluar mension , ku tutup hati dan pikiranku untuk semua
karena hati dan jiwaku telah mati.harapan telah meluluh lantakkan semangat hidupku
.Hanya sekejap dan aku telah mati.