https://vera300600.blogspot.com/

Jumat, 26 Februari 2016

KU TUNGGU KEMATIAN DARI JIWAKU

30 juni 2005

Kring ... kring ... kring ..jam weker yang selalu setia menemani ku setiap pagi kini mulai berteriak seakan memaksaku untuk kembali dari alam bawah sadar ku, dengan mata sembab yang amat berat ku buka ini membuatku susah kembali ke alam sadar, hingga pusing dikepala mulai memaksaku untuk merasakanya dan sadar aku telah terbangun, kubuka mata ini pelan dan mulai menatap langit langit serta kondisi kamar ku yang  hancur seraya kuingat kembali kejadian semalam dan inilah  yang menjadi saksi bisu apa yang ku alami semalam yang tak mau kuingat kembali .

30 juni 2000
Kisah ini berawal dari aku Seira la lerdge seorang gadis berumur 17 tahun yang selalu kesepian bukan karna aku tak punya teman tapi malah sebaliknya, hatiku yang kosong ini merasa sepi tanpa kehadiranya .

Tak ..tak..tak .. suara sepatuku berdetak selama ku memasuki koridor sekolahku menuju kelas yang selalu melihatku duduk di pojok dan hanya menatap dari luar jendela apa yang terlihat , yah semua hari hari yang ku jalani selalunberjalan seperti itu tak ada suatu yang spesial , aku gadis yang tak banyak bicara tapi aku nggak secuek itu , aku pun tetap menyapa satu sama lain dan bermain bersama tapi aku selalu menjaga jarak seolah ku tarik diriku dari keramaian dunia , entah mengapa .

Senyuman yang selalu berkembang di mulutku tak pernah bisa menutupi segala hal yang selalu membebani ku , hati ku kosong ..hampa . Tau kenapa ? Ya aku seira gadis remaja yang hanya tinggal sebatang kara di sebuah mension besar peninggalan ayah dan ibu ku , yang menjadi tempat kenangan ku bersama kedua orang tua ku yang telah pergi meninggalkan ku untuk tugas yang tak bisa mereka tinggalkan yang pasti di tempat yang jauh dari tempatku berada sekarang  , pasti kalian bertanya mengapa mereka tak mengajakku ? Aku tak bisa jauh dari mereka , aku ini anak mereka . Itu adalah kata kata yang selalu terngiyang sebelum mereka menjelaskan alasan mengapa mereka tak mengajakku  sesaat sebelum mereka pergi . Dan ternyata alasan mereka tak mengajakku ikut serta bersama mereka tentu karna mereka ingin melindungiku . Ya .. aku seira la lerdge lahir dari raizel la lerdge dan ignes je loyard , mereka adalah penggerak kegiatan khusus negara yang bergerak untuk memata matai sebagai pencari informasi negara . Seberapa bahayanya pekerjaan itu aku tak tau, tapi yang pasti tak bisa di bhayangkan resikonya untuk orang awam . aku yang  terlahir sebagai anak tunggal di keluarga ini , membuat kedua orang tuaku menjadi sangat protective apalagi resiko pekerjaan mereka banyak orang yang menjadi musuh orang tua ku , untuk itu mereka mendesak agar aku mendapat pendidikan bela diri yang lebih rumit dari biasanya dan yang mungkin tidak akan mampu di pelajari oleh anak normal .

Pendidikan apa itu kau tak perlu tau , cukup aku yang tau dan aku yakin di balik semua itu mereka telah merencanakan sesuatu untuk kebaikan ku . 4 tahun lebih 4 bulan semenjak kedua orang tua ku meninggalkan ku dan tak pernah sekalipun mereka mengabariku . Yang kurasakan adalah rindu yang selalu mem bayaangi  dan  mengikutiku seperti hantu .

Rindu ini mencengkeram hatiku hingga terasa sakit yang tak tertahankan bagai duri yang tak bisa kucabut . Merasakan rasa rindu ini sendiri tanpa ada orang yang mampu menjadi sandaran di saat aku mulai hancur , semenjak itu aku menjadi gadis remaja yang membisu entah kenapa tak ada semangat lagi dalam hidupku .

25 april 2005
Hari ini aku libur sekolah dan tak ada pendidikan khusus untukku ., aku berjalan mengendarai sepeda ontelku hadiah terakhir ulang tahun dari orang tua ku , ku kayuh sepeda ini menuju danau kecil tak jauh dari mension tempat tinggalku, sekitar 1 km dari mension. tak banyak orang tau tentang danau ini jadi sangat sepi dan damai disini . Sedikit suara  gemericik air dan kibasan angin sekejap menghilangkan rasa rinduku . Saat ku mulai menikmati suasana di danau tersebut tiba tiba "DUKkk... !"sebuah mangga mendarat tepat di atas novel yang ku letakkan di pangkuanku ,dalam hati "apa ini ? " " ah mungkin karna angin jadi terjatuh ." Itulah yang terbesit dalam pikiranku jadi kutetap diam dan kembali menikmati suasana pada sore hari itu . Hingga yang tak habis kupikirkan "DUKKK... " untuk yang kedua kalinya sebuah mangga mendarat di pangkuan ku , aku mulai penasaran dan ku tatap ke atas  pohon yang ada di sebelah ku yang setia memayungiku dari panasnya terik matahari . Dan saat ku tatap aku terkejut astaga ada seorang laki laki diatas pohon yang dari tadi menyaksikan apa yang aku lakukan . Tapi aku hanya diam dan bergegas mengepak buku dan berlalu pergi tanpa menghiraukan nya .
Tiba tiba "BRUKKKK "
Langkah kaki ku pun terhenti mendengar suara itu
"Ya...! " kenapa kau pergi , apa aku mengganggu mu ?"
Aku tak bergeming sedikitpun
"Ya .. maaf tentang mangga itu aku tak bermaksud apa apa ."
Aku tetap tak bergeming dan melanjutkan langkah kaki ku dan segera pulang , tak ada yang kupikirkan kejadian kali ini terasa normal bahkan wajah laki laki itu pun aku tak ingat dan tak mau mengingatnya .

Cahaya pagi ini menembus kaca sebelah bangku kelasku dan menerpa wajahku . "Tet.....tet...tet... " bel berbunyi dan tak lama seorang guru yang tak asing masuk ke dalam kelas ."pagi anak anak , ya mari kita lanjutkan pelajaran kita ,tapi sebelum itu  bapak beri tahu bahwa ada anak baru dikelas ini “silakan masuk .”
kenalkan dia  murid pindahan yang berasal dari leukedonia.”
“hallo , perkenalkan nama saya cadis etrama di raizel,saya berasal dari leukedonia,dari smu union.”
“ya baik rai , sekarang silakan duduk di bangku kosong sebelahnya sheira .”
“ya pak .. terimakasih .”
“oke anak – anak mari kita mulai pelajarannya .”
Sreeeeeeeeettttt suara kursi yang tertarik menyadarkanku dari lamunanku , namun meski begitu  aku tetap tak bergeming dan terus  menatap suasana luar sekolah yang damai .
“hei, salam kenal ?”sambil mengulurkan tangan di samping lengan kananku , tapi aku tak membalasnya karena dia sudah memperkenalkan diri di depan kelas , jadi menurutku perkenalan ulang itu nggak perlu .
Tak berapa kemudian ....
Tettttt.....tettttt....tettttt. bel pulang pun berdering , aku bergegas mengambil tasku dan berjalan menyusuri koridor sendiri , menuju mobil putih di depan lobi sekolah, hingga seseorang tiba tiba  menepuk bahu ku .
“hey ... ?”
Aku pun hanya menoleh dan aku kembali berjalan .
“hey apa kamu marah soal kemarin ? hingga kamu nggak pernah menganggapku ada ?”
Kata kata tersebut membuatku merasa sedikit bersalah karena tak pernah menghiraukanya,tapi yah sudahlah semua sudah terjadi.

Tak pernah kutahu bagaimana semuanya berjalan, semua mengalir seperti air dengan sendiriya, sejak kejadian saat itu aku, gadis yang selalu sendirian dan kespian malah berteman baik dengan sorang yang konyol , tapi aku bahagia karena ada orang yang mampu membuka hati dan pikiranku yang mampu ku buat sandaran disaat ku merasa rindu kepada kedua orang tuaku.hari ini tepat 5 hari menjelang tanggal 30 juni 2005 yah itu adalah tanggal yang selalu membuatku bahagia sebelum kepergian orang tuaku, itu adalah hari ulang tahunku, selama 5 tahun berturut turut aku tak prnah merayakan hari ulang tahunku, tapi kini untuk ulang tahun ke 18 aku akan merayakan dengan sahabat ku yah siapa lagi ? pastinya dengan  cadis eltrama di raizel.

Sore ini aku menyiapkan segala hal untuk keperluan mini party yang nantinya akan di hadiri oleh sahabatku dan semua pelayan yang selalu setia merawatku . h-3 sebelum hari yang ku nanti tiba , betapa bahagia dan terharunya aku hingga tak terasa mengalir air di pipi ku setelah mendinapat sebuah fax yang ternyata dari kedua orang tua ku , mereka mengabari bahwa akan pulang tepat di hari besar ku , senyum di bibir ku makin mengembang . tak bisa ku bayangkan setelah sekian lama mereka akan pulang , apalagi ada seseorang yang mau aku kenalkan pada mereka , lengkaplah kebahagiaanku ini "aku berharap ".

Malam ini adalah malam yang ku tunggu kukenakan gaun yang dibelikan oleh rai sehari sebelum malam ini tiba , ku balut tubuh mungilku dengan gaun berwarna biru laut dan ku urai rambut panjangku , aku berjalan bak sorang putri menuju taman belakang mension yang telah dihias berbagai hiasan yang indah . 5 menit berlalu tak ada tanda tanda rai ataupun orang tua ku tiba , tapi aku tetap tersenyum dan berfikir positif akan hal itu , 30 menit bergulir , 1 jam, 2 jam , hingga 5 jam aku mnunggu sudah tak ada kabar dan tak ada tanda tanda seseorang akan atang aku mulai khawatir .

Hingga tepat pukul 12 malam di hari aku bertambah usia aku menerima pesan dan fax secara bersamaan , 2 buah pesan yang kuterima adalah pesan yang tak pernah ingin aku baca seumur hidupku, air mata bercucuran membanjiri pipi ku dan hujan pun melengkapi kesedihan ku . aku pun berlari menuju kamar ku dan bertindak secara brutal , aku marah , sedih, sakit segala yang kurasakan di hari yang seharusnya aku berbahagia hingga rasanya ingin mati dan semalaman aku hanya duduk di pojok kamar terpaku merenungi betapa malangnya nasib ku .

 Mengapa Tuhan apa salahku hingga ujian berat selalu kau hempaskan kepadaku, mulai saat itulah aku menarik diri dari kehidupan dan tak pernah keluar mension , ku tutup hati dan pikiranku untuk semua karena hati dan jiwaku telah mati.harapan telah meluluh lantakkan semangat hidupku .Hanya sekejap dan aku telah mati.



3 komentar:

  1. Ya, bagus sebenarnya. Akan tetapi, penulisannya kacau. Kata "ku" itu digabung dengan kata yang mengikuti atau yang mendahuluinya. Setiap awal kalimat mestinya huruf kapital. Nama orang juga. Intinya, kita tidak boleh nulis "sakarepe wudele dewe."

    BalasHapus